Selasa, 10 April 2012

Manusia dan Cinta Kasih


There’s something ’bout love
That tears you up
You still believe
When the world falls down like the rain
It’ll bring you to your knees
There’s something ’bout love that breaks your heart
But don’t give up
There’s something ’bout love

When you were young
Scared of the night
Waiting for love to come along
And make it right
Your day will come, the past is gone
So take your time
And live and let live


Cuplikan lirik dari Lagu David Archuleta yang berjudul Something ‘bout love ini pasti mewakili perasaan saat jatuh cinta. Senang, sedih, tertawa, dan gak jarang yang sampai menangis tersedu-sedu karena cinta. Itulah yang seketika terlintas saat kita bicara tentang cinta. Kekasih, mantan, senior/junior yang jadi incaran, dan seketika itu pula obrolan seperti gak ada habis-habisnya kalau sudah membahas tentang cinta

Padahal cinta kan gak harus melulu tentang pacaran. Cinta orang tua salah satunya. Kalau orang tua kita gak saling cinta, gak akan ada kita di dunia dan saya gak akan kerjain tugas ini sekarang. Hha .. Banyak juga orang tua yang memberi nama anaknya CINTA, mungkin untuk mengenang kisah cinta mereka, mungkin juga dengan tujuan supaya anaknya  selalu cinta mereka. Cinta dan kasih orang tua gak pernah diragukan lagi ketulusannya. Papa yang berjuang keras bekerja demi keluarga, dan mama yang gak kenal lelah mengurusi anak-anaknya. Seharusnya cinta kita lebih besar untuk orang tua terutama mama daripada cinta kita ke pacar. Gak jarang kan kita berantem sama mama karena ngelarang kita pergi sama pacar. Gak jarang juga kita lebih membela pacar dan yang paling parah sampai melakukan hal yang dilarang agama atas nama cinta. Padahal restu Allah ada di restu ibu kita. Jadi seharusnya kita lebih menjaga hati mama, bukan jaga hati pacar biar gak marah sama  kita.

Yang lainnya ada cinta kepada saudara, cinta kepada teman, dan cinta kepada hewan peliharaan. Cara kita menyampaikan cinta juga jangan sampai berlebihan. Kemesraan adalah salah satu efek yang timbul dari saling menyayangi, ingin terus bersama orang yang kita kasihi kerena merasa nyaman bersamanya, ingin selau mengungkapkan rasa sayang dengan kontak fisik. Seperti kalau kita mempunyai kucing peliharaan, pasti ingin selalu mengelus, memeluk dan menciumnya.  Kita cinta terhadap sesuatu berarti kita akan menyayanginya, menjaganya, melindunginya, memperhatikannya, dsb. Tapi jangan sampai rasa cinta kita kepada apapun dan siapapun itu mengalahkan rasa cinta kita kepada Allah swt. Kalau Allah udah cemburu, bisa gawat nantinya .. 

Dari uraian tadi, saya menyimpulkan kalau cinta memiliki tingkatan yaitu:
      1.      Pertama, cinta kepada Tuhan. Karena Tuhan lah yang memberikan kita perasaan saling mencintai dan menyayangi. Dan Dia pulalah yang berkuasa atas semua perasaan yang kita miliki. Maka sudah seharusnya cinta kita kepada-Nya melebihi cinta kita kepada makhluk.
      2.      Kedua, cinta kepada Orang tua. Ini sudah jelas, karena tanpa mereka, kita tidak akan terlahir di dunia. Ridho dan restu Allah pun ada dalam ridho orang tua terutama mama. Maka berlomba-lombalah menyenangkan hati orang tua.
      3.      Ketiga, cinta kepada saudara, teman, baik itu teman biasa maupun teman special.

Apa yang menyebabkan kita bisa menyayangi dan mencintai?

      1.      Pertama, kita pasti akan menilai dengan visual kita. Makanya ada istilah “Love at first sight”. Tampan atau cantiknya, gagah atau seksinya, enak dipandang atau enggak. Seperti kita kalau ke toko buku, pasti akan lebih tertarik sama buku dengan sampul menarik. Tapi ada istilah lagi “Don’t judge the book from the cover”. Jadi dari penampilan kita belum bisa menentukan apakah hatinya juga seindah itu.
      2.      Jadi yang kedua adalah “dari mata turun ke  hati”. Dengan sering berinteraksi, kita bisa menilai apakah orang itu sebaik covernya atau malah kebalikannya. Jangan sampai tertipu juga dengan kepura-puraannya, untuk masalah ini hati kita yang akan menilai.
      3.      Kemudian, perhatian, kasih sayang dan cinta itu akan muncul.

Saya juga tidak menyalahi kalau ada yang karena sering berinteraksi, sering bertemu, dan  akhirnya tumbuhlah rasa saling mengasihi, menyayangi dan mencintai. Karena ada pepatah jawa “ witing tresno jalaran sokokulino”. Karena itu kita kembalikan lagi kepada Sang Penguasa ..

ARTI CINTA

Cinta sendiri memiliki arti dan definisi yang berbeda bagi setiap orang. Menurut saya cinta itu ada karena bermula dari rasa saling menyayangi. Jadi cinta lebih tinggi tingkatannya dari sayang. Tapi rasa sayang lebih abadi dari cinta, karena rasa cinta bersifat menguasai dan bisa berubah menjadi benci . Sedangkan rasa sayang akan terus ada jika kita benar-benar tulus menyayangi seseorang. Akan sepenuh hati membahagiakannya dan melihatnya bahagia. Jadi ketulusan juga mengambil peran penting terhadap perasaan cinta dan kasih sayang.

Dalam buku seni mencintai karya Erich Fromm bahwa cinta itu memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang terpenting dalam hal memberi adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama lain.

Belas Kasih
Belas kasih merupakan wujud dari sikap empati dan simpati manusia, yang didasarkan pada rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap manusia lain yang dikenal maupun tidak. Wujud empati dan simpati tersebut muncul dikarenakan rasa emosional manusia meningkat sehingga ingin melakukan sesuatu pada apa yang ia lihat terhadap orang lain tersebut. Contohnya adalah manusia yang serba kekurangan dari hal materi, kelainan pada organ tubuh manusia tersebut, dan sejenis manusia yang memerlukan bantuan dari orang lain yang mampu untuk menolongnya. Dari hal tersebutlah emosional manusia terpacu untuk melakukan sebuah tindakan demi membantu orang yang membutuhkan pertolongan tersebut, entah ia harus membantu dengan hartanya maupun tenaganya jika diperlukan.






Sumber:
       -          my brain
       -          iiam.blogdetik.com/2011/03/01/manusia-dan-cinta-kasih/
       -          http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-cinta-kasih/

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dan Kesusastraan


A. DILIHAT DARI PENDEKATAN KESUSASTRAAN

Ilmu Budaya Dasar semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa inggris the humanities.Istilah ini berhasal dari bahasa latin humanus,yang berati manusiawi, berbudaya, dan halus. Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusian seperti seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama.dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti hal nya ilmu bahasa.
Seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.

Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya. Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama adalah karena sastra menggunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
Manusia dan bahasa pada hakekatnya adalah satu. Kenyataan inilah yang mempermudahkan sastra untuk berkomunikasi.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan degan cerita orang lebih mudah mengungkapkan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif.

B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa biasanya kita kenal dengan fiksi dan tidak jarang sering diartikan sebagai cerita rekaan,prosa cerita dan juga sebagai cerita.
Di dalam kesusastraan bahasa Indonesia kita. Ada dua macam prosa yaitu :

~Prosa lama :
1. dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara

~Prosa baru :
1.cerita pendek
2.roman / novel
3.biografi
4.kisah
5.otobiografi

C. NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PROSA FIKSI

Sebagai seni yang berpondasi cerita, pasti dan harus dalam karya sastranya mengandung nilai-nilai moral, pesan, dan berbagai cerita.
Adapun point-point yang dapat kita peroleh melalui membaca prosa, antara lain :
1. prosa fiksi memberikan rasa gembira atau senang
2. prosa fiksi memberikan suatu informasi didalamnya
3. prosa fiksi memberikan warisan budaya
4. prosa dapat memberikan suatu penyesuaian wawasan.

D. ILMU BUDAYA DASAR YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Puisi adalah sesuatu yang kita kenal dengan rangkaian kata-kata indah yang penuh makna didalamnya,apalagi jika kita benar-benar meresapi dalam membacanya.
Puisi termasuk dalam seni sastra, sedangkan sastra merupakan bagian dari kesenian, dan kesenian itu sendiri merupakan bagian dari kebudayaan.

Jika kita pikirkan puisi adalah suatu rangkaian kata-kata yang membentuk beberapa kalimat yang penuh dengan makna hidup, alam, bahkan keTuhanan yang di ekspresikan oleh sang penyair dalam bentuk tulisan maupun ekspresi dari puisi yang dibacakan.

Didalam Ilmu Budaya dasar kita menemukan penyajiaan puisi, adapun yang mendasarinya, yaitu:
1. adanya hubungan didalam pembuataan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. adanya suatu rasa insyaf atau sebuah kesadaran seseorang dari suatu kejadian.
3. puisi dan keinsyafan sosial

Saya menyimpulkan bahwa konsepsi ilmu budaya dasar didalam kesusastraan memegang peranan penting karena seni ini adalah cerminan dari nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam masyarakat sejak lama, seni juaga membuat orang yang ingin mengutarakan pendapat atupun gagasannya menjadi mudah untuk berkomunikasi secara normatif.




sumber:http://robertyusnanto.wordpress.com/2010/10/31/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/

Hubungan Manusia dan Kebudayaan

Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.

Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu :
1) penganut kebudayaan
2) pembawa kebudayaan
 3) manipulator kebudayaan
4) pencipta kebudayaan.

Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.


Manusia Indonesia dan Kebudayaan

Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merubah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan.


Terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi.


Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.


Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.


Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.



sumber: http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/manusia-dan-kebudayaan/

Minggu, 25 Maret 2012

Ilmu Budaya Dasar

Budaya, yang terlintas dipikiran saya adalah karya turun temurun nan indah dan cantik, menakjubkan,  kebiasaan, sakral, khas yang terdapat di setiap daerah di seluruh dunia. Tidak mungkin ada daerah memiliki budaya yang sama, bahkan mirip sekalipun pasti ada yang membuatnya berbeda. Satu daerah juga bisa mempelajari budaya dari daerah lainnya. Seperti halnya sekarang banyak orang Indonesia yang mendalami budaya Negeri Sakura, Jepang. Dari mulai tariannya yang bernama Bon Odori, Kesenian dari Jepang seperti melipat kertas pun telah menjadi pelajaran di banyak TK disini.  Acara-acara J-Fest (Jepang Festival) pun tidak jarang diadakan di kampus-kampus ternama dan tempat pariwisata di Jakarta. Bahkan ada yang tak segan-segan datang langsung ke Negeri Sakura langsung. Karena budaya sangat-sangat menarik untuk dipelajari. Begitu pula dengan budaya kita yang banyak dipelajari dan bahkan dijadikan ladang nafkah oleh orang-orang asing. Mereka begitu tertarik dengan tari tradisional Bali, alat music Gamelan, dll. Bahkan batik pun telah menjadi fashion paling diminati di luar negeri.

Tapi budaya juga tidak selalu indah, acara pemakaman di suatu wilayah yang penuh mistis dan upacara-upacara sakral juga menarik. Sayang, karena kurangnya rasa cinta tanah air banyak budaya kita yang terlupakan, hilang, dan punah karena tidak ada yang mau meneruskan apalagi melestarikannya. Padahal Indonesia adalah Negara dengan penduduk paling beragam dan otomatis beragam budaya pula. Karena itulah perlu adanya pengetahuan tentang budaya yang ditanamkan sejak kecil. Supaya generasi-generasi baru bangsa ini bangga dan mencintai budayanya sendiri, bukan malah menggilai budaya negara lain.

Namun dengan begitu banyak budaya, bagaimana kita bisa mencintainya tanpa mempelajari dan mendalami budaya itu sendiri. Karena itulah, “Ilmu Budaya Dasar” tercipta. Dari tujuan dan keinginan manusia itu sendiri, akhirnya terciptalah konsep tersebut.

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1.         Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2.         Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3.         Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

          Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk betbudaya ( homo humanus ), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka

2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.

4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagi bahan pertimbangan untuk menentukan niang lingkup kajian mata kuliah Ihnu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities ), baik dari segi masing-masing keahlian ( disiplin ) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan coral: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Menilik kedua masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya. Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagi subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian . Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Bmu Budaya Dasar.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
-           Manusia dan cinta kasih
-           Manusia dan keindahan
-           Manusia dan penderitaan
-           Manusia dan keadilan
-           Manusia dan pandangan hidup
-           Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-           Manusia dan kegelisahan
-           Manusia dan harapan.

Kedelapan pokok bahasan itu tennasuk dalam karya-karya yang terccakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tan dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tan, atau filsafat dan sebagainya.




Sumber: - my brain
-  http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/

Senin, 19 Maret 2012

Sincerity VS Faithful

Ketulusan VS Kesetiaan, kenapa mereka berdua jadi perbandingan?
Bukannya lebih baik mereka berdua disatukan, Ketulusan dan Kesetiaan?

 Menurutku tidak, kesetiaan memang identik dengan pacaran yang begitu lama, pernikahan yang langgeng, tidak mendua, dll. Tapi kesetiaan hanya akan didapat jika kita berstatus, “kamu pacar aku, aku akan setia sama kamu”, atau “papa akan selalu setia sama mama”. Tapi coba kalau hubungan atau status itu udah gak ada lagi. Pasti pihak yang merasa dirugikan akan langsung curhat kesana kemari, mencari pembenaran dan “mantan pasangannya” dibiarkan dihakimi orang-orang yang gak tau jelas masalahnya apa dan cuma asal ikut-ikutan ngejelekin orang. Mana janjinya yang akan melindungi ? mana janjinya yang akan selalu menjaga? Jadi kesetiaan itu hanya berlaku kalau kita berstatus pacaran?

Tapi gimana dengan ketulusan? Tanpa adanya status, tanpa adanya pengakuan, dia akan dengan senang hati membahagiakan orang yang dia sayang. Membahagiakannya dengan mengorbankan kebahagiaan dirinya, bahagia bisa membuat orang yang dia sayang bahagia. Mungkin sulit untuk menentukan apakah orang itu tulus atau gak, tapi nilai lah dengan hati kecilmu, maka kamu akan sadar akan ketulusannya. Memang sepertinya gak adil, tapi itulah ketulusan, tulus memberi tanpa mengharapkan apapun ..